SATU BIJI PUISI. Dari kiri ke kanan Dr Asia Ramli Prapanca (moderator), Mahrus Andis (pembicara), dan Dr Aslan Abidin, penyair yang puisinya dibahas pada Diskusi Puisi "Pada Sebuah Reuni", di Kafebaca, Jl Adhyaksa, Makassar, Sabtu, 15 Januari 2022. (Foto: Asnawin Aminuddin / PEDOMAN KARYA)
Tuesday, November 29, 2022
Mendiskusikan Puisi “Pada Sebuah Reuni” Karya Aslan Abidin
Thursday, January 27, 2022
Terselip di Antara Para Pendekar Sastra, Penyair, dan Cerpenis
TERSELIP.
Penulis, Asnawin Aminuddin (pakai kopiah hitam, berdiri keenam dari kiri) foto
bersama para pendekar seni, penyair, cerpenis. Duduk di depan dari kiri ke
kanan, Asia Ramli Prapanca, Aslan Abidin, Mahrus Andis, dan Suradi Yasil,
seusai Diskusi Puisi “Pada Sebuah Reuni” Karya Aslan Abidin, di Kafebaca, Jl
Adhyaksa Makassar, Sabtu, 15 Januari 2022. (ist)
Wednesday, January 11, 2017
Terminal Malengkeri Makin Rantasa’
TERMINAL Malengkeri Kota Makassar makin rantasa’ atau jorok, apalagi jika musim penghujan seperti ini. Terminal yang dikelola Perusahaan Daerah Terminal Metro Makassar tersebut tergenang air hingga beberapa sentimeter. Di saat Pemerintah Kota Makassar mengampanyekan "Makassarta Tidak Rantasa", terminal ini semakin terlihat kumuh dan tidak terurus. (ist)
Thursday, January 5, 2017
Terminal Gembel Kota Metropolitan
TIDAK DIPEDULIKAN. Program yang tidak terealisasikan dengan baik, masih banyak lorong-lorong yang sampahnya tidak diperhatikan, selokan-selokan di setiap lorong tidak diperbaiki hingga sampah menumpuk dan membuat kota Makassar menjadi banjir. Bahkan yang paling miris di kota metropolitan ini ternyata beberapa terminal yang ada di Makassar tidak dipedulikan oleh pemerintah. (Foto: lindabungasalu.com)
Subscribe to:
Posts (Atom)

